Bagaimana wajah Ka'bah lebih dari 140 tahun yang lalu?
Pertanyaan itu mungkin sulit dijawab jika tidak ada satu benda yang berhasil merekamnya: sebuah foto tua yang diambil sekitar tahun 1880.
Foto tersebut memperlihatkan Ka'bah di tengah Masjidil Haram, dikelilingi jamaah yang sedang melaksanakan tawaf. Sekilas, pemandangannya terasa familiar. Ka'bah tetap berada di tengah, jamaah tetap mengelilinginya, dan Tanah Suci tetap menjadi tujuan umat Islam dari berbagai penjuru dunia.
Namun, semakin diperhatikan, semakin terasa bahwa kita sedang melihat Makkah dari zaman yang sangat berbeda.
Foto ini merupakan karya Muhammad Sadiq Bey, seorang insinyur dan surveyor dari Mesir yang juga bertugas sebagai bendahara kafilah haji Mesir. Ia melakukan perjalanan ke Hijaz beberapa kali dan dikenal sebagai orang pertama yang mendokumentasikan Makkah, Madinah, dan perjalanan haji melalui fotografi. Foto yang tersimpan dalam Khalili Collection ini bertanggal 1297 Hijriah atau 1880 Masehi dan dikenal dengan judul The Ka'bah.
Pada masa itu, fotografi masih merupakan teknologi yang sangat rumit. Sadiq Bey menggunakan teknik fotografi yang telah dikembangkan sejak pertengahan abad ke-19, dengan negatif pelat kaca. Ia diketahui telah mengambil foto sejak perjalanan ke Hijaz pada 1861, sementara dokumentasi pentingnya tentang tempat-tempat suci di Makkah dan Madinah, termasuk Arafah dan Mina, dibuat pada 1880 dan 1881.
Karena itulah foto ini bukan sekadar gambar lama.
Ia menjadi sebuah dokumen sejarah yang memperlihatkan kondisi Tanah Suci pada masa ketika Makkah masih jauh dari bentuknya seperti yang kita kenal sekarang.
Dalam foto tersebut, Ka'bah tampak dikelilingi jamaah yang sedang melakukan tawaf. Jika diperhatikan dengan saksama, mizab, yaitu saluran air yang berada di bagian atas Ka'bah, juga terlihat. Di atas perbukitan pada bagian belakang foto, tampak Masjid Bilal yang menjadi salah satu penanda kawasan Makkah pada masa itu.
Tidak ada gedung-gedung tinggi yang sekarang memenuhi kawasan sekitar Masjidil Haram. Tidak ada hotel pencakar langit atau kompleks bangunan modern yang mendominasi pemandangan.
Yang terlihat adalah Ka'bah, jamaah, bangunan-bangunan di sekitar Masjidil Haram, serta perbukitan Makkah.
Tetapi justru di tengah perubahan besar itu terdapat sesuatu yang begitu familiar.
Ka'bah tetap sama-sama menjadi pusat perhatian manusia yang datang untuk beribadah.
Lebih dari 140 tahun telah berlalu sejak foto itu dibuat. Makkah berkembang pesat. Masjidil Haram mengalami berbagai perluasan. Teknologi fotografi yang dahulu membutuhkan peralatan dan proses rumit kini telah berubah menjadi kamera yang ada di hampir setiap ponsel.
Namun foto karya Muhammad Sadiq Bey tetap memiliki nilai yang tidak bisa digantikan oleh kamera modern.
Foto tersebut membawa kita kembali ke sebuah waktu yang sudah lama berlalu.
Kita dapat melihat bagaimana jamaah melakukan tawaf pada akhir abad ke-19. Kita dapat membayangkan seperti apa perjalanan menuju Tanah Suci pada masa itu. Dan yang paling menarik, kita bisa melihat lingkungan Ka'bah sebelum Makkah berkembang menjadi kota modern seperti sekarang.
Karya Sadiq Bey kemudian mendapat pengakuan luas. Pada 1881, ia memperoleh medali emas dalam Venice Geographical Exhibition. Ia juga menerbitkan karya yang memuat foto dan catatan perjalanannya, termasuk The Torch of the Mahmal pada 1881 dan The Guide to the Hajj pada 1896.
Hari ini, kita bisa melihat Ka'bah dari hampir segala penjuru hanya dengan membuka layar ponsel.
Tetapi foto tahun 1880 ini memberikan pengalaman yang berbeda.
Ia tidak hanya menunjukkan seperti apa Ka'bah pada masa lalu. Ia menunjukkan bahwa di balik perubahan zaman, ada sesuatu yang tetap menjadi pusat kerinduan umat Islam.
Generasi telah berganti.
Makkah telah berubah.
Teknologi telah berkembang jauh.
Namun dalam foto yang dibuat pada tahun 1880 itu, kita masih bisa melihat hal yang sama: manusia datang mengelilingi Ka'bah, sebagaimana umat Islam melakukannya dari generasi ke generasi.
Mungkin itulah yang membuat foto tua ini terasa begitu istimewa.
Cilacap - Biro Perjalanan Haji dan Umrah, Dewangga Lill Hajj Wal Umroh baru saja meresmikan kanto...
UMROH PLUS MESIR (14 Hari)Keberangkatan :25 Juli - 7 Agustus 2024Maskapai :Egypt AirHarga :34,5 Juta...
Magelang, 20 Juli 2024 – Dewangga Lil Hajj Wal Umroh meresmikan kantor perwakilannya yang baru di Ma...
Semarang, 7 Mei 2024 - Antusiasme yang luar biasa dari warga Jawa Tengah terhadap program Umroh Plus...
Semarang - Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melakukan kunjungan ke banyak biro p...
Semarang, 13 Juli 2024 - Ratusan calon jamaah haji dari Semarang dan Kendal memadati Hotel Grandhika...
Lagi nyari pengalaman umroh yang beda dan nggak biasa? Dewangga punya jawabannya! Program Umroh Plus...
Semarang - Dewangga Lil Hajj Wal Umroh menggelar manasik umrah untuk para jemaah keberangka...
Dalam upaya untuk memberikan layanan terbaik dan perlindungan maksimal bagi para jamaahnya, biro haj...
Semarang, 23 Juni 2024 - Setelah menunaikan ibadah haji sejak berangkat dari tanah air pada 30 Mei 2...
Biro perjalanan haji dan umrah PT Dewangga Travindo mendapatkan penghargaan dari Bank Muamalat Caban...
dewanggaumroh.com - Selain menjalankan sederet rangkaian ibadah haji, jamaah haji juga akan mengi...
Dewanggaumroh.com - Jamaah Haji Plus Dewangga telah tiba di Tanah Suci dan siap menjalani rangkaian...
Semarang, 23 Juni 2024 - Setelah menunaikan ibadah haji sejak berangkat dari tanah air pada 30 Mei 2...
Cilacap - Biro Perjalanan Haji dan Umrah, Dewangga Lill Hajj Wal Umroh baru saja meresmikan kanto...
Dewanggaumroh.com - Dewangga Lil Hajj wal Umroh kembali menorehkan prestasi membanggakan di industri...
Pada pameran Haji dan Umrah Amphuri Islamic Travel Expo (AITE) 2018 kemarin, PT. Dewangga Lil Hajj w...
Semarang - Dewangga Lil Hajj Wal Umroh menggelar manasik umrah untuk para jemaah keberangka...
Dewanggaumroh.com - Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pati diantaranya di Kecama...
Kuota haji Indonesia telah terpenuhi sejak penutupan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji 1445 H/2...